BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Tidak ada satu pun produk investasi di
dunia ini yang aman dan bebas risiko. Semua produk mengandung risiko.
Masalahnya, apakah risiko yang dihadapi besar atau kecil. Untuk itu, setiap
risiko yang terkandung di dalam setiap produk investasi hendaknya tidak kita
hindari, tetapi dapat kita manage sedemikian rupa sehingga meminimalisir tingkat
risikonya.
Ketika kita ingin berinvestasi di pasar
modal, misalnya produk saham, maka kita harus mengetahui dan memperhitungkan
seberapa besar risiko yang terkandung di dalam produk tersebut. Produk
investasi seperti saham memiliki risiko penurunan harga, yang pada akhirnya
akan menurunkan nilai investasi yang kita miliki. Maka dari itu, penting bagi
kita untuk dapat meminimalisir risikonya.
Saat ini bermunculan berbagai produk
investasi yang bisa memberikan hasil investasi yang kompetitif, tetapi masih
tetap dengan risiko yang terkontrol. Seharusnya, produk-produk investasi inilah
yang dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana berinvestasi.
B. Rumusan Masalah
- Apa saja faktor resiko dalam berinvestasi?
- Apa itu investasi Reksadana?
C. Tujuan
Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk
Mengetahui :
- Hal yang perlu dipertimbangkan dalam berinvestasi
- Risiko - Risiko Dalam Investasi
- Resiko Yang Umum Dalam Berinvestasi di Reksa Dana
- Faktor yang Memperkecil Risiko Investasi Reksadana
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Pengertian Investasi
Investasi adalah suatu
istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah
tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu
harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga
sebagai penanaman modal.
Dalam manajemen investasi bahwa Suatu proyek investasi umumnya memerlukan
dana yang besar dan akan mempengaruhi perusahaan dalam jangka panjang. Oleh
karena itu dilakukan perencanaan investasi yang lebih teliti agar tidak
terlanjur menanamkan investasi pada proyek yang tidak menguntungkan.
B. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam berinvestasi :
1. Aset Finansial (Financial asset)
1) Tingkat keuntungan dan tingkat resiko
Keputusan investasi merupakan keputusan atau pilihan atas suatu skenario
tingkat keuntungan yang diharapkan (expected return) dan tingkat resiko (risk)
yang siap ditanggung. Pemodal harus berhitung dengan cermat atas dua hal
tersebut. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, pemodal harus siap
menanggung resiko yang besar juga. Sebaliknya, semakin rendah resiko yang
ditanggung, semakin rendah pula tingkat keuntungan yang dapat diharapkan.
2) Jangka waktu investasi (time horizon)
Jangka waktu investasi dapat menentukan perilaku investor dalam aktivitas
investasinya. Jangka waktu investasi dapat membantu dalam menentukan berapa
besar resiko yang dapat ditanggung. Pada umumnya, orang yang berinvestasi untuk
jangka panjang menangung resiko yang lebih besar. Hal ini disebabkan investasi
saham mengalami fluktuasi yang tinggi dari waktu ke waktu. Tetapi tingkat
keuntungan rata-ratanya stabil untuk jangka panjang.
3) Kenali karakter
Umumnya karakter investor terbagi atas 3 yaitu (1) pengambil resiko (risk
taker), (2) penghindar resiko (risk avoider) dan (3) netral. Karakter investasi
akan berpengaruh terhadap perilaku dalam berinvestasi dan karakter tersebut
menentukan strategi yang tepat dalam berinvestasi. Biasanya para pengambil
resiko bersikap agresif dan spekulatif, sebaliknya para penghindar resiko
cenderung menghindari berita atau surat kabar yang tidak jelas sumbernya
(rumor) dan mereka selalu mempertimbangkan secara matang dan terencana dengan
baik atas keputusan investasinya, sedangkan mereka yang masuk dalam kategori
netral umumnya cukup fleksibel dan bersikap hati-hati (prudent) dalam mengambil
keputusan.
4) Pelajari keuangan
Untuk kebanyakan orang, investasi di reksa dana hanyalah sebagian dari
total aset. Jika investasi anda lebih banyak pada deposito berjangka, anda
mungkin dapat mengambil resiko lebih besar untuk tingkat keuntungan yang lebih
besar pula dari investasi pada reksa dana.
5) Evaluasi kinerja keuangan
Memilih reksa dana berdasarkan keuntungan yang tinggi. Data histories
membuktikan bahwa reksa dana yang mempunyai kinerja bagus pada masa lalu tidak
selalu memberikan kinerja sama pada masa yang akan datang. Kinerja masa lalu
hanya menunjukkan bagaimana seseorang berinvestasi dapat mencapai tujuannya.
6) Lakukan diversifikasi
Salah satu untuk mencapai tingkat keuntungan yang baik secara konsisten
adalah diversifikasi atau berinvestasi pada lebih dari satu reksa dana.
Diversifikasi merupakan sebuah cara untuk mengendalikan resiko karena walaupun
berinvestasi pada beberapa reksa dana beresiko tinggi, bila nilai salah satu
investasi tersebut menurun, nilai investasinya yang lainnya mungkin naik.
2. Aset Non Finansial (Non Financial asset)
1) Pajak penjualan
Setiap keuntungan atau pendapatan dari berbagai
jenis investasi akan selalu dibebani oleh pajak. Demikian pula dengan investasi
dalam bentuk properti. Pajak dari investasi properti baru dikenakan jika
investor memperoleh keuntungan dari penjualan yang dimilikinya. Hal ini perlu
dipertimbangkan karena pajak bisa sangat mempengaruhi keuntungan yang potensial untuk anda peroleh.
2) Pendapatan tambahan.
Melakukan investasi di bidang properti menjadi
sumber pendapatan tambahan. Bagi beberapa investor pendapatan yang bersumber
pada investasi ini banyak dilakukan dengan cara menyewakan satu atau beberapa
unit gedung apartemennya dimana mereka juga tinggal disana, pendapatan tersebut
untuk membayar biaya pemeliharaan hak milik dan melunasi biaya balik nama. Ini
adalah contoh dari penggunaan pendapatan yang berlebih dari para investor untuk
memperoleh kekayaan.
3) Investasi jangka panjang.
Hal ini menjadi sumber utama untuk memperoleh
kekayaan. Sumber ini dapat dilihat dari lokasi yang strategis dan perawatan
yang baik, real estate dapat dihargai dengan harga yang tinggi dalam jangka
waktu yang relatif singkat.
4) Pemecahan masalah dengan berinvestasi.
Dengan cara berinvestasi dengan membeli rumah atau
apartemen untuk mendapatkan pendapatan lebih.
5) Tenaga kerja keluarga.
Tenaga kerja anggota keluarga sering menjadi alasan
utama oleh beberapa investor untuk memperoleh tenaga kerja tetap. Contohnya
mengelola hotel, rumah makan, dan lain-lain adalah sering dimiliki dan
dioperasikan oleh keluarga-keluarga utuh, masing-masing anggota bekerja untuk
perekonomian mereka sendiri.
C. Risiko - Risiko Dalam Investasi
Beberapa Risiko
dalam investasi yaitu :
1). Risiko Pasar
1). Risiko Pasar
Risiko yang berhubungan dengan naik turunnya nilai investasi akibat
pergerakan pasar secara umum.
Contohnya, jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak turun,
maka portofolio saham atau reksadana saham kemungkinan besar akan menunjukkan
pergerakan serupa.
2).
Risiko Suku Bunga
Risiko yang berhubungan dengan pengaruh perubahan suku bunga terhadap
nilai investasi.
Contohnya, jika terjadi kenaikan suku bunga, maka nilai investasi di
produk obligasi atau reksadana pendapatan tetap akan cenderung bergerak turun.
3).
Risiko Inflasi
Risiko berkurangnya daya beli akibat kenaikan harga.
Contohnya, jika meletakkan sebagian besar portfolio dalam tabungan atau
deposito, dalam jangka panjang daya beli uang akan berkurang akibat terjadinya
inflasi walaupun jumlah uang tidak berkurang.
4). Risiko Nilai Tukar
Risiko yang berhubungan dengan nilai tukar mata uang.
Contohnya, jika berinvestasi dalam produk yang menggunakan mata uang USD
dan terjadi penurunan nilai Rupiah tehadap USD, nilai investasi dalam Rupiah
pun akan berkurang.
5).
Risiko Kredit
Risiko yang berhubungan dengan kemungkinan gagal bayar.
Contohnya, jika membeli Reksadana Pendapatan Tetap yang salah satu atau
beberapa obligasi di dalamnya mengalami gagal bayar, maka nilai investasi akan
menurun.
6).
Risiko Bisnis dan Karakter
Risiko yang berhubungan dengan perputaran dana yang investasikan dan
karakter dari pengelola dana tersebut. Risiko ini terutama berhubungan dengan
risiko berinvestasi di produk non-keuangan atau produk alternatif seperti
investasi di MLM, koperasi, unit-unit usaha berbasis emas, dan lain-lain.
Contohnya, jika berinvestasi di sebuah perusahaan atau perorangan yang
menjalankan usaha peternakan lele, ada baiknya melakukan uji karakter atau
benar-benar terjun langsung memantau bisnisnya untuk mengurangi resiko dana
dilarikan.
D. Investasi Reksadana
Investasi Reksadana adalah salah satu jenis investasi dengan
cara menitipkan dana Kita kepada perusahaan manager investasi untuk dikelola.
Kemudian bagaimana bentuk sebuah reksadana? Ilustrasi adalah sebagai berikut:
Kita
membeli unit reksadana sebanyak 1.000 unit dengan harga Rp 1.100 per unitnya.
Setelah satu tahun Kita simpan reksadana tersebut, kemudian ketika harga sedang
naik, katakana 1.600 per unit, kemudian Kitajual 1.000 unit. Maka keuntungan
Kita adalah 500 per unit atau 500.000 untuk seluruh investasinya.
1. Resiko Yang Umum Dalam
Berinvestasi di Reksadana
Setiap investasi selalu disertai dengan unsur-unsur risiko.
Oleh sebab itu, sebelum berinvestasi, calon investor harus mempertimbangkan
faktor-faktor risiko sebagai berikut.
1) Keuntungan
Tidak Dijamin
Investor harus
menyadari bahwa dengan berinvestasi dalam Reksa Dana, tidak ada jaminan untuk
mendapatkan pembagian dividen, keuntungan, ataupun kenaikan modal investasi.
2) Risiko Umum Pasar Modal
Setiap
pembelian efek akan melibatkan beberapa unsur risiko pasar. Oleh karena itu,
Reksa Dana mungkin rentan terhadap perubahan kondisi pasar yang merupakan hasil
dari:
·
global, regional atau perkembangan ekonomi nasional;
·
kebijakan pemerintah atau kondisi politik;
·
development in regulatory framework, law and legal issues
·
pergerakan suku bunga secara umum;
·
sentimen investor yang luas, dan
·
guncangan eksternal (misalnya: bencana alam , perang dan
lain-lain)
3) Risiko Efek
Ada banyak
risiko efek yang dapat terjadi pada setiap efek. beberapa contohnya adalah
Kemungkinan default perusahaan penerbit pada pembayaran kupon dan/atau pokok
obligasi, dan implikasi dari peringkat kredit perusahaan yang di downgrade.
4) Risiko Likuiditas
Risiko
likuiditas dapat didefinisikan sebagai seberapa mudah sebuah efek dapat dijual
pada atau mendekati nilai wajarnya tergantung pada volume yang diperdagangkan
di bursa.
5) Risiko Inflasi
Risiko tingkat
inflasi adalah risiko potensi kerugian daya beli investasi Anda karena
terjadinya kenaikan rata-rata harga konsumsi.
6) Risiko Pembiayaan Pinjaman
Jika dana pembelian unit Reksadana didapat
dari pinjaman, maka investor perlu memahami bahwa:
·
Pinjaman meningkatkan kemungkinan baik untuk untung maupun rugi;
·
Jika nilai investasi turun dibawah tingkat tertentu, investor
mungkin diminta oleh lembaga keuangan untuk menambah agunan, atau mengurangi
jumlah pinjaman ke level yang disyaratkan;
·
Biaya pinjaman dapat bervariasi dari waktu ke waktu tergantung
pada fluktuasi suku bunga;
·
Risiko menggunakan pinjaman harus di pertimbangkan secara
berhati-hati karena mengandung risiko.
7) Risiko Ketidakpatuhan
Hal ini mengacu
pada risiko terhadap Reksadana dan keuntungan investor yang dapat timbul
karena ketidak-sesuaian terhadap hukum, aturan, peraturan, etika dan
Policy and Procedure internal dari Manajer Investasi.
8) Risiko Manajer Investasi
Kinerja setiap
Reksadana sangat bergantung antara lain pada, pengalaman, pengetahuan,
keahlian, dan teknik / proses investasi yang diterapkan oleh Manajer Investasi,
dan setiap kekurangan dari syarat tersebut akan berdampak buruk pada kinerja Reksadana
sehingga akan merugikan investor.
2. Faktor yang Memperkecil Risiko Investasi Reksadana
Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi toleransi risiko seorang investor terhadap
produk investasi, termasuk investasi reksadana. Berikut ini faktor-faktor yang
dapat memperkecil risiko investasi reksadana.
1) Investasi dengan Dana
Dingin
Apa
itu dana dingin? Dana dingin atau duit dingin (dalam bahasa Inggrisnya disebuh
dengan Discretionary income) adalah pendapatan per bulan dikurangi seluruh
biaya termasuk pajak, dana untuk membayar cicilan, premi asuransi dan lainnya.
Jadi intinya dana dingin atau duit dingin (discretionary income) adalah dana
yang benar-benang nganggur. Seseorang yang melakukan investasi reksadana dengan
menggunakan dana menganggur ini biasanya tingkat risiko yang lebih rendah.
Tetapi duit dingin atau uang dingin hanyalah satu dari beberapa faktor yang
dapat menambah toleransi Kita terhadap risiko investasi reksadana.
2) Investasi dengan Jangka
Waktu yang Panjang
Memperpanjang
jangka waktu (time frame) dalam bahasa kerennya disebut long term investment.
Ketika Kita berinvestasi untuk jangka panjang biasanya akan terasa efek bunga
ber bunga dan seringkali hasil investasi dapat melebihi rata-rata inflasi tiap
tahunnya. Sebagai ilustrasinya adalah:
Dalam
sebuah siklus ekonomi bisa saja Kita mulai investasi reksadana di saat resesi
(recession) dan merealisasikan keuntungan pada saat puncak (peek). Apabila
siklus ini ditarik dalam rentang waktu yang panjang maka rata-rata hasil
investasi reksadana bisa jadi lebih besar daripada rata-rata inflasi.
3) Edukasi tentang Investasi
Reksadana
Seorang
investor yang memiliki tingkat edukasi yang cukup, memiliki pengalaman akan
memperkecil risiko dalam investasi termasuk investasi reksadana. Bagaimana cara
meningkatkan pengetahuan Kita mengenai Investasi Reksadana? Beberapa cara yang
paling umum adalah belajar dari buku, artikel internet, koran investasi,
mengikuti seminar-seminar investasi reksadana dan diskusi dengan teman atau
rekan yang memiliki pengalaman di bidang investasi reksadana.
4) Kepribadian
Ternyata
kepribadian atau personality adalah salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat
penerimaan risiko seseorang terhadap sebuah risiko. Pada umumnya orang yang
memiliki sikap agresif mampu menerima risiko lebih besar dibanding orang yang
pasif.
5) Kondisi Pasar
Kondisi
pasar saham yang pada posisi naik atau disebut bullish akan menstimulasi para
investor untuk mulai investasi reksadana. Sebaliknya pada saat kondisi pasar
saham dalam keadaan turun atau bearish, investor sering kali menghindari
investasi di pasar saham atau investasi reksadana saham.
6) Kondisi Keuangan
Kondisi
keuangan dalam keluarga berpengaruh terhadap toleransi seseorang terhadap investasi
reksadana. Apabila kondisi keuangan sedang berada dalam kondisi yang luang,
maka tingkat toleransi terhadap risiko lebih tinggi. Sebaliknya keluarga yang
dalam kondisi keuangan yang kurang akan mengurangi level toleransi risiko
terhadap investasi.
7) Faktor Umur
Faktor
U atau faktor umur adalah faktor yang berpengaruh dalam toleransi tingkat
risiko. Umumnya semakin muda umur tingkat toleransi risiko menjadi lebih besar.
Seiring meningkatnya usia, seseorang akan memilih produk investasi yang lebih
aman, misalnya investasi reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap atau
reksadana campuran.
8) Pendapat atas Investasi
Seseorang
mempunyai kecenderungan merubah kembali tingkat penerimaan risiko atas sebuah
investasi berdasarkan pendapat atau saran dari orang-orang yang dipercaya,
seperti perencana keuangan independen.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan :
Investasi adalah suatu
istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah
tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu
harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam berinvestasi : Aset Finansial (Financial asset) &
Aset Non Finansial
(Non Financial asset).
Beberapa Risiko dalam investasi yaitu : 1) risiko pasar,
2) risiko suku bunga, 3) risiko
inflasi, 4) risiko nilai tukar 5) risiko kredit 6) risiko bisnis dan karakter
Investasi
Reksadana adalah salah satu jenis investasi dengan cara menitipkan dana Kita
kepada perusahaan manager investasi untuk dikelola. Sebelum berinvestasi di
Reksa Dana, calon investor harus mempertimbangkan faktor-faktor risiko yaitu : 1) keuntungan tidak dijamin, 2) risiko umum
pasar modal, 3) risiko efek,
4) risiko likuiditas, 5) risiko inflasi, 6) risiko pembiayaan pinjaman, 7) risiko ketidakpatuhan, 8) risiko manajer investasi
Faktor yang Memperkecil Risiko Investasi Reksadana antara lain : 1) Investasi dengan Dana Dingin , 2) Investasi dengan Jangka Waktu yang Panjang, 3) Edukasi tentang Investasi Reksadana, 4) Kepribadian, 5) Kondisi Pasar, 6) Kondisi Keuangan, 7) Faktor Umur, 8) Pendapat atas Investasi.
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/05/faktor-faktor-yang-dipertimbangkan.html
, diakses 3 Maret 2015
, diakses 3 Maret 2015
http://www.finansialku.com/8-faktor-yang-memperkecil-risiko-investasi-reksadana/
, diakses 3 Maret 2015
, diakses 3 Maret 2015
http://id.wikipedia.org/wiki/Investasi,
diakses 3 Maret 2015