Sabtu, 11 April 2015

Makalah Faktor Risiko Dalam Investasi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tidak ada satu pun produk investasi di dunia ini yang aman dan bebas risiko. Semua produk mengandung risiko. Masalahnya, apakah risiko yang dihadapi besar atau kecil. Untuk itu, setiap risiko yang terkandung di dalam setiap produk investasi hendaknya tidak kita hindari, tetapi dapat kita manage sedemikian rupa sehingga meminimalisir tingkat risikonya.
Ketika kita ingin berinvestasi di pasar modal, misalnya produk saham, maka kita harus mengetahui dan memperhitungkan seberapa besar risiko yang terkandung di dalam produk tersebut. Produk investasi seperti saham memiliki risiko penurunan harga, yang pada akhirnya akan menurunkan nilai investasi yang kita miliki. Maka dari itu, penting bagi kita untuk dapat meminimalisir risikonya.
Saat ini bermunculan berbagai produk investasi yang bisa memberikan hasil investasi yang kompetitif, tetapi masih tetap dengan risiko yang terkontrol. Seharusnya, produk-produk investasi inilah yang dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana berinvestasi.

B. Rumusan Masalah
  •  Apa saja faktor resiko dalam berinvestasi?
  •  Apa itu investasi Reksadana?
C. Tujuan Penulisan
            Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk Mengetahui :
  • Hal yang perlu dipertimbangkan dalam berinvestasi
  • Risiko - Risiko Dalam Investasi 
  • Resiko Yang Umum Dalam Berinvestasi di Reksa Dana
  • Faktor yang Memperkecil Risiko Investasi Reksadana




BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Investasi
Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.
Dalam manajemen investasi bahwa Suatu proyek investasi umumnya memerlukan dana yang besar dan akan mempengaruhi perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu dilakukan perencanaan investasi yang lebih teliti agar tidak terlanjur menanamkan investasi pada proyek yang tidak menguntungkan.

B. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam berinvestasi :

1. Aset Finansial (Financial asset)

1) Tingkat keuntungan dan tingkat resiko
Keputusan investasi merupakan keputusan atau pilihan atas suatu skenario tingkat keuntungan yang diharapkan (expected return) dan tingkat resiko (risk) yang siap ditanggung. Pemodal harus berhitung dengan cermat atas dua hal tersebut. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, pemodal harus siap menanggung resiko yang besar juga. Sebaliknya, semakin rendah resiko yang ditanggung, semakin rendah pula tingkat keuntungan yang dapat diharapkan.

2) Jangka waktu investasi (time horizon)
Jangka waktu investasi dapat menentukan perilaku investor dalam aktivitas investasinya. Jangka waktu investasi dapat membantu dalam menentukan berapa besar resiko yang dapat ditanggung. Pada umumnya, orang yang berinvestasi untuk jangka panjang menangung resiko yang lebih besar. Hal ini disebabkan investasi saham mengalami fluktuasi yang tinggi dari waktu ke waktu. Tetapi tingkat keuntungan rata-ratanya stabil untuk jangka panjang.

3) Kenali karakter
Umumnya karakter investor terbagi atas 3 yaitu (1) pengambil resiko (risk taker), (2) penghindar resiko (risk avoider) dan (3) netral. Karakter investasi akan berpengaruh terhadap perilaku dalam berinvestasi dan karakter tersebut menentukan strategi yang tepat dalam berinvestasi. Biasanya para pengambil resiko bersikap agresif dan spekulatif, sebaliknya para penghindar resiko cenderung menghindari berita atau surat kabar yang tidak jelas sumbernya (rumor) dan mereka selalu mempertimbangkan secara matang dan terencana dengan baik atas keputusan investasinya, sedangkan mereka yang masuk dalam kategori netral umumnya cukup fleksibel dan bersikap hati-hati (prudent) dalam mengambil keputusan.
4) Pelajari keuangan
Untuk kebanyakan orang, investasi di reksa dana hanyalah sebagian dari total aset. Jika investasi anda lebih banyak pada deposito berjangka, anda mungkin dapat mengambil resiko lebih besar untuk tingkat keuntungan yang lebih besar pula dari investasi pada reksa dana.

5) Evaluasi kinerja keuangan
Memilih reksa dana berdasarkan keuntungan yang tinggi. Data histories membuktikan bahwa reksa dana yang mempunyai kinerja bagus pada masa lalu tidak selalu memberikan kinerja sama pada masa yang akan datang. Kinerja masa lalu hanya menunjukkan bagaimana seseorang berinvestasi dapat mencapai tujuannya.

6) Lakukan diversifikasi
Salah satu untuk mencapai tingkat keuntungan yang baik secara konsisten adalah diversifikasi atau berinvestasi pada lebih dari satu reksa dana. Diversifikasi merupakan sebuah cara untuk mengendalikan resiko karena walaupun berinvestasi pada beberapa reksa dana beresiko tinggi, bila nilai salah satu investasi tersebut menurun, nilai investasinya yang lainnya mungkin naik.

2. Aset Non Finansial (Non Financial asset)

1) Pajak penjualan
Setiap keuntungan atau pendapatan dari berbagai jenis investasi akan selalu dibebani oleh pajak. Demikian pula dengan investasi dalam bentuk properti. Pajak dari investasi properti baru dikenakan jika investor memperoleh keuntungan dari penjualan yang dimilikinya. Hal ini perlu dipertimbangkan karena pajak bisa sangat mempengaruhi keuntungan yang potensial untuk anda peroleh.

2) Pendapatan tambahan.
Melakukan investasi di bidang properti menjadi sumber pendapatan tambahan. Bagi beberapa investor pendapatan yang bersumber pada investasi ini banyak dilakukan dengan cara menyewakan satu atau beberapa unit gedung apartemennya dimana mereka juga tinggal disana, pendapatan tersebut untuk membayar biaya pemeliharaan hak milik dan melunasi biaya balik nama. Ini adalah contoh dari penggunaan pendapatan yang berlebih dari para investor untuk memperoleh kekayaan.

3) Investasi jangka panjang.
Hal ini menjadi sumber utama untuk memperoleh kekayaan. Sumber ini dapat dilihat dari lokasi yang strategis dan perawatan yang baik, real estate dapat dihargai dengan harga yang tinggi dalam jangka waktu yang relatif singkat.

4) Pemecahan masalah dengan berinvestasi.
Dengan cara berinvestasi dengan membeli rumah atau apartemen untuk mendapatkan pendapatan lebih.

5) Tenaga kerja keluarga.
Tenaga kerja anggota keluarga sering menjadi alasan utama oleh beberapa investor untuk memperoleh tenaga kerja tetap. Contohnya mengelola hotel, rumah makan, dan lain-lain adalah sering dimiliki dan dioperasikan oleh keluarga-keluarga utuh, masing-masing anggota bekerja untuk perekonomian mereka sendiri.

C. Risiko - Risiko Dalam Investasi

Beberapa Risiko dalam investasi yaitu :
1). Risiko Pasar
Risiko yang berhubungan dengan naik turunnya nilai investasi akibat pergerakan pasar secara umum.
Contohnya, jika Indeks Harga Saham Gabungan  (IHSG) bergerak turun, maka portofolio saham atau reksadana saham kemungkinan besar akan menunjukkan pergerakan serupa.

2). Risiko Suku Bunga
Risiko yang berhubungan dengan pengaruh perubahan suku bunga terhadap nilai investasi.
Contohnya, jika terjadi kenaikan suku bunga, maka nilai investasi di produk obligasi atau reksadana pendapatan tetap akan cenderung bergerak turun.

3). Risiko Inflasi
Risiko berkurangnya daya beli akibat kenaikan harga.
Contohnya, jika meletakkan sebagian besar portfolio dalam tabungan atau deposito, dalam jangka panjang daya beli uang akan berkurang akibat terjadinya inflasi walaupun jumlah uang tidak berkurang.

4). Risiko Nilai Tukar
Risiko yang berhubungan dengan nilai tukar mata uang.
Contohnya, jika berinvestasi dalam produk yang menggunakan mata uang USD dan terjadi penurunan nilai Rupiah tehadap USD, nilai investasi dalam Rupiah pun akan berkurang.

5). Risiko Kredit
Risiko yang berhubungan dengan kemungkinan gagal bayar.
Contohnya, jika membeli Reksadana Pendapatan Tetap yang salah satu atau beberapa obligasi di dalamnya mengalami gagal bayar, maka nilai investasi akan menurun.
6). Risiko Bisnis dan Karakter
Risiko yang berhubungan dengan perputaran dana yang investasikan dan karakter dari pengelola dana tersebut. Risiko ini terutama berhubungan dengan risiko berinvestasi di produk non-keuangan atau produk alternatif seperti investasi di MLM, koperasi, unit-unit usaha berbasis emas, dan lain-lain.
Contohnya, jika berinvestasi di sebuah perusahaan atau perorangan yang menjalankan usaha peternakan lele, ada baiknya melakukan uji karakter atau benar-benar terjun langsung memantau bisnisnya untuk mengurangi resiko dana dilarikan.

D. Investasi Reksadana
Investasi Reksadana adalah salah satu jenis investasi dengan cara menitipkan dana Kita kepada perusahaan manager investasi untuk dikelola. Kemudian bagaimana bentuk sebuah reksadana? Ilustrasi adalah sebagai berikut:
Kita membeli unit reksadana sebanyak 1.000 unit dengan harga Rp 1.100 per unitnya. Setelah satu tahun Kita simpan reksadana tersebut, kemudian ketika harga sedang naik, katakana 1.600 per unit, kemudian Kitajual 1.000 unit. Maka keuntungan Kita adalah 500 per unit atau 500.000 untuk seluruh investasinya.

1. Resiko Yang Umum Dalam Berinvestasi di Reksadana
Setiap investasi selalu disertai dengan unsur-unsur risiko. Oleh sebab itu, sebelum berinvestasi, calon investor harus mempertimbangkan faktor-faktor risiko sebagai berikut.
1) Keuntungan Tidak Dijamin
Investor harus menyadari bahwa dengan berinvestasi dalam Reksa Dana, tidak ada jaminan untuk mendapatkan pembagian dividen, keuntungan, ataupun kenaikan modal investasi.
2) Risiko Umum Pasar Modal
Setiap pembelian efek akan melibatkan beberapa unsur risiko pasar. Oleh karena itu, Reksa Dana mungkin rentan terhadap perubahan kondisi pasar yang merupakan hasil dari:
·         global, regional atau perkembangan ekonomi nasional;
·         kebijakan pemerintah atau kondisi politik;
·         development in regulatory framework, law and legal issues
·         pergerakan suku bunga secara umum;
·         sentimen investor yang luas, dan
·         guncangan eksternal (misalnya: bencana alam , perang dan lain-lain)
            3) Risiko Efek
Ada banyak risiko efek yang dapat terjadi pada setiap efek. beberapa contohnya adalah Kemungkinan default perusahaan penerbit pada pembayaran kupon dan/atau pokok obligasi, dan implikasi dari peringkat kredit perusahaan yang di downgrade.
4) Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas dapat didefinisikan sebagai seberapa mudah sebuah efek dapat dijual pada atau mendekati nilai wajarnya tergantung pada volume yang diperdagangkan di bursa.
5) Risiko Inflasi
Risiko tingkat inflasi adalah risiko potensi kerugian daya beli investasi Anda karena terjadinya kenaikan rata-rata harga konsumsi.
6) Risiko Pembiayaan Pinjaman
Jika dana pembelian unit Reksadana didapat dari pinjaman, maka investor perlu memahami bahwa:
·         Pinjaman meningkatkan kemungkinan baik untuk untung maupun rugi;
·         Jika nilai investasi turun dibawah tingkat tertentu, investor mungkin diminta oleh lembaga keuangan untuk menambah agunan, atau mengurangi jumlah pinjaman ke level yang disyaratkan;
·         Biaya pinjaman dapat bervariasi dari waktu ke waktu tergantung pada fluktuasi suku bunga;
·         Risiko menggunakan pinjaman harus di pertimbangkan secara berhati-hati karena mengandung risiko.
            7) Risiko Ketidakpatuhan
Hal ini mengacu pada risiko terhadap Reksadana dan keuntungan investor yang dapat timbul karena  ketidak-sesuaian terhadap hukum, aturan, peraturan, etika dan Policy and Procedure internal dari Manajer Investasi.
8) Risiko Manajer Investasi
Kinerja setiap Reksadana sangat bergantung antara lain pada, pengalaman, pengetahuan, keahlian, dan teknik / proses investasi yang diterapkan oleh Manajer Investasi, dan setiap kekurangan dari syarat tersebut akan berdampak buruk pada kinerja Reksadana sehingga akan merugikan investor.

2. Faktor yang Memperkecil Risiko Investasi Reksadana

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi toleransi risiko seorang investor terhadap produk investasi, termasuk investasi reksadana. Berikut ini faktor-faktor yang dapat memperkecil risiko investasi reksadana. 
1) Investasi dengan Dana Dingin
Apa itu dana dingin? Dana dingin atau duit dingin (dalam bahasa Inggrisnya disebuh dengan Discretionary income) adalah pendapatan per bulan dikurangi seluruh biaya termasuk pajak, dana untuk membayar cicilan, premi asuransi dan lainnya. Jadi intinya dana dingin atau duit dingin (discretionary income) adalah dana yang benar-benang nganggur. Seseorang yang melakukan investasi reksadana dengan menggunakan dana menganggur ini biasanya tingkat risiko yang lebih rendah. Tetapi duit dingin atau uang dingin hanyalah satu dari beberapa faktor yang dapat menambah toleransi Kita terhadap risiko investasi reksadana.
2) Investasi dengan Jangka Waktu yang Panjang
Memperpanjang jangka waktu (time frame) dalam bahasa kerennya disebut long term investment. Ketika Kita berinvestasi untuk jangka panjang biasanya akan terasa efek bunga ber bunga dan seringkali hasil investasi dapat melebihi rata-rata inflasi tiap tahunnya. Sebagai ilustrasinya adalah:
Dalam sebuah siklus ekonomi bisa saja Kita mulai investasi reksadana di saat resesi (recession) dan merealisasikan keuntungan pada saat puncak (peek). Apabila siklus ini ditarik dalam rentang waktu yang panjang maka rata-rata hasil investasi reksadana bisa jadi lebih besar daripada rata-rata inflasi. 
3) Edukasi tentang Investasi Reksadana
Seorang investor yang memiliki tingkat edukasi yang cukup, memiliki pengalaman akan memperkecil risiko dalam investasi termasuk investasi reksadana. Bagaimana cara meningkatkan pengetahuan Kita mengenai Investasi Reksadana? Beberapa cara yang paling umum adalah belajar dari buku, artikel internet, koran investasi, mengikuti seminar-seminar investasi reksadana dan diskusi dengan teman atau rekan yang memiliki pengalaman di bidang investasi reksadana.


4) Kepribadian
Ternyata kepribadian atau personality adalah salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat penerimaan risiko seseorang terhadap sebuah risiko. Pada umumnya orang yang memiliki sikap agresif mampu menerima risiko lebih besar dibanding orang yang pasif.
5) Kondisi Pasar 
Kondisi pasar saham yang pada posisi naik atau disebut bullish akan menstimulasi para investor untuk mulai investasi reksadana. Sebaliknya pada saat kondisi pasar saham dalam keadaan turun atau bearish, investor sering kali menghindari investasi di pasar saham atau investasi reksadana saham.
6) Kondisi Keuangan
Kondisi keuangan dalam keluarga berpengaruh terhadap toleransi seseorang terhadap investasi reksadana. Apabila kondisi keuangan sedang berada dalam kondisi yang luang, maka tingkat toleransi terhadap risiko lebih tinggi. Sebaliknya keluarga yang dalam kondisi keuangan yang kurang akan mengurangi level toleransi risiko terhadap investasi.
7) Faktor Umur
Faktor U atau faktor umur adalah faktor yang berpengaruh dalam toleransi tingkat risiko. Umumnya semakin muda umur tingkat toleransi risiko menjadi lebih besar. Seiring meningkatnya usia, seseorang akan memilih produk investasi yang lebih aman, misalnya investasi reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap atau reksadana campuran.
8) Pendapat atas Investasi
Seseorang mempunyai kecenderungan merubah kembali tingkat penerimaan risiko atas sebuah investasi berdasarkan pendapat atau saran dari orang-orang yang dipercaya, seperti perencana keuangan independen.





BAB III
PENUTUP
A. Simpulan :

Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam berinvestasi : Aset Finansial (Financial asset) & Aset Non Finansial (Non Financial asset).
Beberapa Risiko dalam investasi yaitu : 1) risiko pasar,  2) risiko suku bunga, 3) risiko inflasi, 4) risiko nilai tukar 5) risiko kredit 6) risiko bisnis dan karakter
Investasi Reksadana adalah salah satu jenis investasi dengan cara menitipkan dana Kita kepada perusahaan manager investasi untuk dikelola. Sebelum berinvestasi di Reksa Dana, calon investor harus mempertimbangkan faktor-faktor risiko yaitu : 1) keuntungan tidak dijamin, 2) risiko umum pasar modal, 3) risiko efek, 4) risiko likuiditas, 5) risiko inflasi, 6) risiko pembiayaan pinjaman, 7) risiko ketidakpatuhan, 8) risiko manajer investasi

Faktor yang Memperkecil Risiko Investasi Reksadana antara lain : 1) Investasi dengan Dana Dingin , 2) Investasi dengan Jangka Waktu yang Panjang, 3) Edukasi tentang Investasi Reksadana, 4) Kepribadian, 5) Kondisi Pasar, 6) Kondisi Keuangan, 7) Faktor Umur, 8) Pendapat atas Investasi.




SUMBER REFERENSI

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/05/faktor-faktor-yang-dipertimbangkan.html
, diakses 3 Maret 2015
http://www.finansialku.com/8-faktor-yang-memperkecil-risiko-investasi-reksadana/
, diakses 3 Maret 2015
http://id.wikipedia.org/wiki/Investasi, diakses 3 Maret 2015

Makalah Teknik Pengembangan Bagian Hasil Penelitian dan Pembahasan


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Karya ilmiah merupakan kesatuan tulisan yang disusun secara sistematis. Karya ilmiah laporan penelitian memiliki bagian-bagian yang terstruktur dalam kerangka penulisan ilmiah. Bagian-bagian dari karya ilmiah secara umum adalah pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penulisan/penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, penutup berisi simpulan dan saran, daftar pustaka.
Dalam penulisan karya ilmiah tentu kita harus mengetahui teknik - teknik dalam penulisan karya ilmiah tersebut. Teknik tersebut akan membantu kita dalam penulisan karya ilmiah sebagai pedoman penulisan. Dalam karya ilmiah laporan penelitian bagian metode penelitian dibuat dalam bab tersendiri. Dalam artikel untuk jurnal metode penelitian/penulisan juga ditulis dalam bagian tersendiri tetapi tidak dalam bentuk bab. Dalam karya ilmiah makalah bahan seminar bagian metode penelitian tidak ditulis secara eksplisit menjadi bab. Dalam laporan penelitian ada perbedaaan antara metode penelitian dalam metode kuantitatif dan metode kualitatif. Metode penelitian dalam laporan penelitian kuantitatif, prosedur penelitian dimulai dari pengumpulan data, pengolahan data, dan diakhiri dengan analisis data.
Karya ilmiah artikel dan makalah bahan seminar maupun laporan hasil penelitian memuat bagian hasil dan pembahasan. Dalam artikel dan makalah hasil dan pembahasan dapat berbentuk bab maupun tidak dalam bentuk bab. Dalam laporan penelitian bagian hasil dan pembahasan kecenderungannya dibuat dalam bentuk bab. Bagian hasil dan pembahasan dalam laporan penelitian dapat dipecah menjadi beberapa bab tergantung kebutuhan. Dalam hasil disampaian data yang diperoleh dalam penelitian. Dengan demikian hasil harus disajikan secara objektif dan sesuai dengan data yang diperoleh (tabel atau gambar).



B.     Tujuan Penulisan
Mengetahui Teknik pengembangan bagian hasil penelitian dan pembahasaan.
1. Teknik pemaparan hasil penelitian
2. Teknik penjelasan bagian pembahasan



BAB II
PEMBAHASAN

1. PEMAPARAN HASIL PENELITIAN

Dalam karya ilmiah laporan penelitian bagian metode penelitian dibuat dalam bab tersendiri. Dalam artikel untuk jurnal metode penelitian/penulisan juga ditulis dalam bagian tersendiri tetapi tidak dalam bentuk bab. Dalam karya ilmiah makalah bahan seminar bagian metode penelitian tidak ditulis secara eksplisit menjadi bab. Dalam laporan penelitian ada perbedaaan antara metode penelitian dalam metode kuantitatif dan metode kualitatif. Metode penelitian dalam laporan penelitian kuantitatif, prosedur penelitian dimulai dari pengumpulan data, pengolahan data, dan diakhiri dengan analisis data. Yang perlu diuraikan dalam bab pendekatan atau penelitian kuantitatif adalah: (1) jenis dan desain penelitian, (2) populasi, sampel, dan teknik pengambilan sampel (3) Variabel yang dirumuskan secara operasional, (4) instrument penelitian disertai penentuan validitas dan reliabilitasnya, (5) teknik pengumpulan data , (6) teknik pengolahan dan analisis data.
Dalam uraian tentang metode penelitian itu tidak cukup hanya disebut istilah-istilah, seperti angket guide interview observasi, wawancara. masing-masing istilah tersebut perlu diterangkan prosedur penggunaan atau pelaksanaannya. bahkan, kegunaan dari masing-masing teknik atau metode yang digunakan perlu diterangkan secara jelas. Sebaliknya pengertian populasi, sampel, teknik pengambilan sampel, angket, guide interview, guide observation, wawancara dan sebagainya tidak perlu diuraikan sebagaimana dalam mata kuliah metodologi penelitian. yang diuraikan adalah siapa atau apa populasinya, berapa ukuran populasinya, berpa ukuran sampelnya, apa teknik penarikan sampelnya, apa alat yang digunakan untuk mengumpulkan data, apa teknik pengumpulan datanya, apa teknik pengolahan dan analisis data yang dipilih dan digunakan. masing-masing metode penelitian yabg dipilih perlu diuraikan secara operasional sesuia dengan apa yang dikerjakan oleh peneliti.
Metode penelitian dalam laporan penelitian kualitatif terdapat beberapa perancangan dan hal ini mengakibatkan penyajiannya akan berbeda pula. Ada beberapa pendekatan penelitian kualitatif yang sering digunakan, seperti: (1) fenomologi. (2) hermeneutika, (3) etnografi, (4) grounded theory. Adapun desain penelitian kualitatif dapat berupa studi kasus, grounded study, etnometodologi, biografi, historical social science, riset klinis dll. Kerangka penelitian kualitatif yang diuraiakan dan dalam pedoman ini tidak dimaksudkan untuk semua jenis penelitian kualitatif yang bersifat khusus melainkan hanya untuk memberi kerangka dasar bagi penulisan karya ilmiah atau laporan penelitian yang menggunakanj metode penelitian kulaitatif secara umum.
Metode penelitian dalam laporan penelitian kualitatif mencakup bagian-bagian sebagai berikut: (1) dasar penelitian, (2) fokus penelitian,(3) sumber data, (4) teknik sampling, (5) alat dan teknik pengumpulan data, (6)objektivitas dan keabsahan data, (7) Model analisis data, (8) Prosedur penelitian.
Bagian-bagian tersebut harus diuraikan sesuai dengan apa terutama dalam penusunan laporan yang dilakukan peneliti, Dengan kata lain, uaraian bagian ini hanya bersifat konseptual atau teoritik, tetapi menyajikan uraian mengenai kejadian yang dilakukan peneliti di lapangan, misalnya, untuk mendapatkan data yang objektif dilakukan triangulasi. Secara teoritik ada 4 macam triangulasi yaitu: (1) motode, (2) sumber, (3) peneliti, (4) teori. Demikian juga dengan model analisis, secara teoritik ada beberapa model yang dapat digunakan seperti: interactive analysis models dan (2) flow analysisi models.
Contoh Metode Penelitian dalam Artikel Jurnal:
Subyek penelitian adalah semua lulusan Prodi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi terdiri atas lulusan tahun 2005,2006, dan 2007. Untuk keperluan penelitian tidak semua subyek peneltian yang diwawancarai tetapi dari lulusan tersebut diambil sejumlah diantaranya menjadi informan melalui teknik cuplikan dari tiap angkatan. Sumber data penelitian ini adalah lulusan Prodi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi. Sumber data lain adalah dokumen data lulusan Prodi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi dan sumber kepustakaan lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terbuka dan tertutup. Alat yang digunakan adalah pedoman wawancara dan angket. Data yang telah masuk dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif menggunakan statistik sederhana yaitu prosentase dan deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, display data, dan verifikasi/ penarikan simpulan. Setelah data dikumpulkan lalu dipilih yang benar-benar memiliki hubungan dengan pokok masalah selanjutnya diambil kesimpulan.
Langkah selanjutnya dari hasil penelitian dan pembahasan adalah menginterpretasikan dan pembahasan hasil penelitian dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Pemaparan hasil penelitian pada dasarnya berisi jawaban atas pertanyaan penelitian atau menjawab tujuan penelitian.
2. Penyajian paparan hasil seharusnya berurutan sejalan dengan urutan pertanyaan penelitian/ tujuan penelitian.
3. Paparan data hasil penelitian pada siklus yang dilakukan
4. Paparan hasil pengamatan termasuk kemajuan yang dicapai
5. Paparan hasil refleksi termasuk berbagai perbaikan yang dilakukan
6. Berbagai perubahan yang terjadi perlu dicatat sebagai laporan penelitian adalah :
a. Siswa : hasil belajar (harian, tengah semester, semesteran), motivasi terhadap proses belajar mengajar, aktivitas, catatan portofolio, perubahan sikap.
b. Guru : peningkatan pengetahuan, pengelolan kelas, peningkatan ketrampilan hasil belajar.
7. Pembahasan pada dasarnya menjawab secara singkat tujuan penelitian.
8. Paparan table antar siklus
9. Temuan penelitian hendaknya didiskusikan dengan berbagai kajian teori yang telah dipaparkan didalam bab III : kajian pustaka

2. PENJELASAN BAGIAN PEMBAHASAN

Karya ilmiah artikel dan makalah bahan seminar maupun laporan hasil penelitian memuat bagian hasil dan pembahasan. Dalam artikel dan makalah hasil dan pembahasan dapat berbentuk bab maupun tidak dalam bentuk bab. Dalam laporan penelitian bagian hasil dan pembahasan kecenderungannya dibuat dalam bentuk bab. Bagian hasil dan pembahasan dalam laporan penelitian dapat dipecah menjadi beberapa bab tergantung kebutuhan. Dalam hasil disampaian data yang diperoleh dalam penelitian. Dengan demikian hasil harus disajikan secara objektif dan sesuai dengan data yang diperoleh (tabel atau gambar).
Dalam bagian hasil penelitian diuraikan apa saja hasil penelitian yang mencakup semua aspek yang terkait dengan penelitian. Analisa dan pembahasan membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.Penulisan hasil dan pembahasan menggunakan huruf times new roman, 10 pt, Bold) (kosong 1 spasi tunggal, Times New Roman, 10 pt).
Hasil eksperimen atau survei atau rancang bangun beserta analisisnya dan pembahasannya dapat disajikan secara bersama-sama atau secara terpisah berupa uraian, tabel dan gambar. Data yang dilaporkan sudah harus berupa data terolah, bukan data mentah. Tabel dan gambar harus dilengkapi nomor urut menggunakan angka Arab, dan bila diperlukan, disertai keterangan tambahan, seperti acuan dan arti singkatan. Untuk karya tulis hasil tinjauan pustaka dan hasil bahasan teoritis, informasi pustaka yang akan dipermasalahkan dan pembahasannya dapat diuraikan secara bersamasama atau secara terpisah, disajikan secara sistematis, rasional dan lugas. (Times New Roman, 10 pt, Regular, 1 spasi tunggal) (kosong 2 spasi tunggal, Times New Roman, 10 pt).
Bab pembahasan data merupakan bab yang paling penting dalam penulisan karya ilmiah karena dalam bab ini dilakukan kegiatan analisis data, sintetis pembahasan, interpretasi penulis, pemecahan masalah, dan temuan pendapat baru yang diformulakan (bila ada).
Bab ini terdiri dari dua bagian besar yaitu :

a. Deskripsi Data
Berisi serangkaian data yang berhasil dikumpulkan, baik data pendukung seperti latar belakang lembaga / instansi yang diteliti, struktur organisasi dan sebagainya sert data utama yang diperlukan untuk pengujian hipotesis. Data-data tersebut harus dideskripsikan secar sistematis.
b. Pembahasan
Bagian ini berisi pembahasan tentang hasil penelitian sesuai dengan acuan dan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Bagian pembahasan ini memperlihatkanketajaman dan keluasan wawasan penulis mengenai permasalahan yang dikajinya.

Hasil berupa data penelitian yang telah diolah dan dituangkan dalam bentuk tabel, grafik, foto, atau gambar. Pembahasan berisi hasil analisis dan hasil penelitian yang dikaitkan dengan struktur pengetahuan yang telah mapan (tinjauan pustaka yang diacu oleh penulis), dan memunculkan ‘teori-teori’ baru atau modifikasi terhadap teori-teori yang telah ada. Berisi tentang kupasan, analisis, argumentasi dan pendirian penulisan mengenai masalah yang dibicarakan.
Sajikan hasil penelitian sewajarnya secara bersistem. Jika data terlalu banyak, adakalanya Anda perlu selektif dalam menyajikannya. Dengan pertimbangan yang masak, rancanglah tabel, grafik, gambar atau alat penolong lain untuk memperjelas dan mempersingkat uraian yang harus diberikan. Jangan berikan informasi berulang, misalnya dalam bentuk tabel dan gambar. Tabel dan gambar perldisebut dalam teks dan letaknya tidak berjauhan dari teks yang bersangkutan. Hindari pengulangan informasi yang sudah ada dalam ilustrasi secara panjang lebar. Tafsirkan hasil yang diperoleh dengan memperhatikan dan menyesuaikannya dengan masalah atauhipotesis yang diungkapkan dalam Pendahu-luan. Adakalanya Hasil digabungkan dengan Pembahasan, menjadi bagian yang dinamakan Hasil dan Pembahasan.
Sewaktu mengumpulkan data, mengolahnya, dan menyusunnya dalam tabel, dengan sendirinya Anda telah memiliki sejumlah gagasan yang telah dikembangkan dalam Pembahasan. Pengembangan gagasan ini disebut ‘argumen’. Anda harus membandingkan dengan hasil peneliti terdahulu, kemudian buatlah pertimbangan teoretisnya. Dengan demikian, maka Pembahasan merupakan kumpulan argumen mengenai relevansi, manfaat, dan kemungkinan atau keterbatasan percobaan Anda, serta hasilnya.
Dikatakan oleh Rifai (1995), bahwa Pembahasan merupakan bagian tempat seseorang paling bebas berekspresi. Pendapat orang yan sudah diringkas dalam Pendahuluan atau Tinjauan Pustaka tidak perlu diulang lagi tetapi diacu saja seperlunya. Bentangkan arti temuan serta jelaskan bagaimana simpulan baru itu memperluas cakrawala ilmu dan teknologi. Bila perlu berikan implikasi penerapan temuan aru tadi dan tunjukkan segi-segi lain yang perlu diteliti lebih lanjut. Akhiri pembahasan secara positif, tegas, dan kuat.
Menurut Calderon & Gonzales (1993), ada lima unsur yang dapat dituliskan dalam berargumen dan menyampaikan implikasi dari temuan.
1) Nyatakan situasi yang ditemukan dalam penelitian: bisa memuaskan atau tidak memuaskan. Misal: Mayoritas guru sains di Provinsi A tidak memenuhi kualifikasi untuk mengajarkan sains.
2) Nyatakan kemungkinan penyebab situasi itu. Jika ada situasi,mestinya ada penyebab, dan mestinya ada hubungan logis antarasituasi dan penyebab; bila tidak, yang dianggap penyebab bukanlah penyebab yang sesungguhnya. Dalam contoh di atas, penyebab logis kurangnya guru berkualifikasi untuk menangani mata ajaran sains ialah kurang cermatnya petugas rekrutmen dalam menyeleksi calon guru, atau tidak cukupnya pelamar yang berkualifikasi untuk menduduki posisi guru sains.
3) Nyatakan efek yang mungkin timbul dari situasi itu. Hampir pasti, ada pula efek yang timbul dari situasi tsb. dan mestinya ada hubungan logis antara situasi dan efek yang mungkin. Efek logis dari kurangnya guru berkualifikasi pada pengajaran sains ialah bahwa pengajaran akan kurang efektif dan ini dapat merugikan siswa.
4) Nyatakan tindakan untuk mengatasi situasi yang kurang memuaskan atauuntuk meningkatkan situasi yang sudah baik. Wajar saja untuk mengambil tindakan guna meng-atasi situasi yang kurang memuaskan. Namun, situasi yang sudah baik pun perlu terus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Langkah logis untuk mengatasi keadaan guru yang tidak berkualifikasi ialah dengan mensyaratkan peningkatankualitas melalui pendidikan dalam bidang sains, menghadiri seminar, mengikuti pelatihan, membaca lebih banyak publikasi sains.
5) Nyatakan badan atau bidang terkait yang terpengaruhi. Dalam contoh yang diambil ini, pengajaran sains di Provinsi A yan terpengaruhi. Anda dapat melanjutkan pembahasan tentang implikasi temuan Anda pada pengajaran sains. Implikasi ini barangkali tidak berlaku untuk keadaan pendidikan secara keseluruhan. Hasil dan Pembahasan: Kedua bagian ini dapat disatukan atau dipisah, bergantung pada gaya selingkung jurnal yang bersangkutan. Di bagian ini dapat dikemukakan produk dan dihasilkan dan spesifikasinya, uraian teknik instalasi produk (jika diperlukan), uraian hasil uji efisiensi dan fungsional produk, tabel dan gambar teknis atau foto setiap aplikasi metode, produk, dan hasil pengujian.



Penyajian dan analisis data dikategorikan memenuhi kriteria yang baik jika memenuhi kriteria berikut:
(a) Dirumuskan secara logis dan teratur, kerangka hipotesis. Deduksi, tujuan dan pertanyaan penelitian ditempatkan pada dimensi keterkaitan yang intensif
(b) Tidak menyajikan hal-hal yang bersifat subjektif dan spekulatif
(c) Analisis terhadap fakta yang diperoleh secara konsisten
(d) Terhindar dari generalisasi yang berlebihan (overgeneralization) atau pengungkapan yang tidak ada hubungannya dengan data penelitian
(e) Kesalinghubungan penemuan empiris selama penelitian diungkap secara eksplisit dengan menghindari distorsi data penelitian
(f) Faktor-faktor tidak terkontrol yang diduga dapat mempengaruhi ketepatan data diantipasi sedemikian rupa melalui diskusi
(g) Harus jelas perbedaan antara fakta dan kecendurungan yang berkembang dalam proses penelitian
(h) Hindari kontradiksi, ketidakkonsistenan atau elemen-elemen yang tidak terarah dalam data temuan
(i) Tabel, gambar, bagan, dan sejenisnya disajikan secara tepat baik bentuk, isi, maupun posisi.

Pada bagian pembahasan dihubungkan untuk memperhatikan ataupun merujuk pula hasil penelitian lain ataupun terdahulu. Selain itu perlu diungkapkan pula keterbatasan ataupun limitasi dari hasil yang diperoleh dan diperiksa apakah hasil yang diperoleh telah sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian tersebut, dan perlu juga diungkapkan saran ataupun penelitian lanjutan yang perlu dilaksanakan.


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan :

Karya ilmiah merupakan kesatuan tulisan yang disusun secara sistematis. Karya ilmiah laporan penelitian memiliki bagian-bagian yang terstruktur dalam kerangka penulisan ilmiah. Bagian-bagian dari karya ilmiah secara umum adalah pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penulisan/penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, penutup berisi simpulan dan saran, daftar pustaka.
Dalam penulisan karya ilmiah tentu kita harus mengetahui teknik - teknik dalam penulisan karya ilmiah tersebut. Teknik tersebut akan membantu kita dalam penulisan karya ilmiah sebagai pedoman penulisan. Dalam karya ilmiah laporan penelitian bagian metode penelitian dibuat dalam bab tersendiri. Dalam artikel untuk jurnal metode penelitian/penulisan juga ditulis dalam bagian tersendiri tetapi tidak dalam bentuk bab. Dalam karya ilmiah makalah bahan seminar bagian metode penelitian tidak ditulis secara eksplisit menjadi bab. Dalam laporan penelitian ada perbedaaan antara metode penelitian dalam metode kuantitatif dan metode kualitatif. Metode penelitian dalam laporan penelitian kuantitatif, prosedur penelitian dimulai dari pengumpulan data, pengolahan data, dan diakhiri dengan analisis data.
Karya ilmiah artikel dan makalah bahan seminar maupun laporan hasil penelitian memuat bagian hasil dan pembahasan. Dalam artikel dan makalah hasil dan pembahasan dapat berbentuk bab maupun tidak dalam bentuk bab. Dalam laporan penelitian bagian hasil dan pembahasan kecenderungannya dibuat dalam bentuk bab. Bagian hasil dan pembahasan dalam laporan penelitian dapat dipecah menjadi beberapa bab tergantung kebutuhan. Dalam hasil disampaian data yang diperoleh dalam penelitian. Dengan demikian hasil harus disajikan secara objektif dan sesuai dengan data yang diperoleh (tabel atau gambar).


Saran :
            Dalam penulisan ilmiah sudah seharusnya kita mengehui teknik  penulisan karya ilmiah untuk membantu kita dalam penulisan karya ilmiah sebagai pedoman penulisan.



DAFTAR PUSTAKA

Sukardi, (2006), Metodologi Penelitian Pendidikan, Bumi Aksara
Fatchan, Achmad, 2006, Draf Meteri Kuliah Penelitian Kualitatif Pendidikan Geografi, UM : Malang
Sukarnyana, 2000, Penelitian Tindakan Kelas. Depdiknas Dirjen Dikdasmen PPPG IPS dan PMP : Malang
Supardi, 2005, Menyusun Karya Tulis Ilmiah Jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), Depdiknas-Direktorat tenaga kependidikan : Jakarta

Makalah Manusia Sebagai Makhluk Individu & Makhluk Sosial


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Kebudayaan, suatu istilah yang mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Istilah yang berasal dari bahasa sansekerta “buddhayah” yang berarti budi atau akal. Sementara kebudayaan itu sendiri kurang lebih memiliki makna semua hasil dari karya, rasa, dan cita-cita masyarakat.
Indonesia adalah negeri yang sangat kaya, dengan 17.548 pulau yang membentang membuat Indonesia memiliki sumber daya alam yang begitu melimpah ruah baik dari darat maupun dari laut. Dengan jumlah pulau yang begitu banyak yang dipisahkan dengan lautan yang begitu luas, tidak heran Indonesia juga kaya akan kebudayaan yang begitu beraneka ragam dari budaya Aceh hingga budaya Papua.
Suku Jawa, sebagai salah satu suku bangsa terbesar di Indonesia dengan jumlah mencapai hampir seratus juta, dan juga kebudayaanya yang telah lahir selama berabad-abad, memiliki kebudayaan yang begitu beraneka ragam, dan pasti membuat takjub orang yang melihatnya. dan budaya itu masih tetap lestari karena diwariskan kepada generasi selanjutnya.
Dalam makalah ini, kami akan membahas mengenai kebudayaan dalam masyarakat  Jawa yang dikaji dalam 7 (tujuh) unsur kebudayaan seperti peralatan dan perlengkapan hidup, mata pencaharian dan sistem ekonomi, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, dan religi.

B.     TUJUAN MAKALAH
Adapun tujuan kami dalam penulisan makalah ini antara lain :
Untuk mengetahui tentang Apa itu Suku Jawa, Bahasa yang di gunakan, Budaya Jawa, Kepercayaan ( Agama ), Profesi, Stratifikasi sosial, dan Seni.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Suku Jawa
Suku Jawa (Jawa ngoko: wong Jawa, Jawa krama:  tiyang Jawi) merupakan suku bangsa terbesar di Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Setidaknya 41,7% penduduk Indonesia merupakan etnis Jawa. Selain di ketiga provinsi tersebut, suku Jawa banyak bermukim di Lampung, Banten, Jakarta, dan Sumatera Utara. Di Jawa Barat mereka banyak ditemukan di Kabupaten Indramayu dan Cirebon. Suku Jawa juga memiliki sub-suku, seperti suku Osing, orang Samin, suku Bawean/Boyan, Naga, Nagaring, suku Tengger, dan lain-lain. Selain itu, suku Jawa ada pula yang berada di negara Suriname, Amerika Tengah karena pada masa kolonial Belanda suku ini dibawa ke sana sebagai pekerja dan kini suku Jawa di sana dikenal sebagai Jawa Suriname.

B.     Bahasa
Bahasa pergaulan hidup sehari-hari adalah bahasa Jawa. Dalam berbicara menggunakan bahasa Jawa, harus memperhatikan dan membedakan tingkatan orang yang diajak berbicara, berdasarkan umur dan status sosialnya. Dalam susunannya, Bahasa Jawa ada dua macam.
1.  Bahasa Jawa Ngoko, terdiri atas :
a)      Bahasa Jawa Ngoko Lugu atau Ngoko biasa.
b)      Bahasa Jawa Ngoko Andap, bahasa ini digunakan untuk berbicara dengan orang-orang yang sudah dikenal secara akrab, orang yang usianya lebih muda atau orang- orang yang status sosialnya lebih tinggi.
2.  Bahasa Jawa Krama, terdiri atas :
a)      Madya Ngoko, biasanya dipakai dalam percakapan kesederhanaan di pedesaan.
b)      Krama Madya, bahasa ini dipakai untuk  percakapan orang-orang di pedesaan.
c)      Madyantara, yaitu bahasa yang dipakai untuk percakapan di kalangan priayi.
d)     Kramantara, bahasa yang dipakai dalam pembicaraan antara orang tua atau lebih tinggi status sosialnya dengan orang yang lebih muda. Bahasa ini sekarang sudah tidak dipergunakan lagi.
e)      Wredhakrama, yaitu bahasa untuk percakapan antara orang tua kepada orang muda/ sesamanya.
f)       Mudhakrama, yaitu bahasa yang dipergunakan untuk percakapan antara orang muda terhadap orang tua atau digunakan untuk percakapan dengan siapa saja.
g)      Krama Inggil, yaitu bahasa yang digunakan dalam percakapan di keraton antara priyagung keraton dalam bercakap-cakap.
h)      Krama Desa, yaitu bahasa yang bukan bahasa halus, melainkan bahasa yang dipakai orang-orang di pedesaan. Bahasa ini terdiri atas  bahasa yang sudah diganti krama yang dikramakan lagi. 

C.    Budaya Jawa
Budaya Jawa adalah budaya yang berasal dari Jawa dan dianut oleh masyarakat Jawa khususnya di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Budaya Jawa secara garis besar dapat dibagi menjadi 3 yaitu budaya Banyumasan, budaya Jawa Tengah-DIY dan budaya Jawa Timur. Budaya Jawa mengutamakan keseimbangan, keselarasan dan keserasian dalam kehidupan sehari hari. Budaya Jawa menjunjung tinggi kesopanan dan kesederhanaan. Budaya Jawa selain terdapat di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur terdapat juga di daerah perantauan orang Jawa yaitu di Jakarta, Sumatera dan Suriname. Bahkan budaya Jawa termasuk salah satu budaya di Indonesia yang paling banyak diminati di luar negeri. Beberapa budaya Jawa yang diminati di luar negeri adalah Wayang Kulit, Keris, Batik dan Gamelan. Di Malaysia dan Filipina dikenal istilah keris karena pengaruh Majapahit. LSM Kampung Halaman dari Yogyakarta yang menggunakan wayang remaja adalah LSM Asia pertama yang menerima penghargaan seni dari AS tahun 2011.Gamelan Jawa menjadi pelajaran wajib di AS, Singapura dan Selandia Baru. Gamelan Jawa rutin digelar di AS-Eropa atas permintaan warga AS-Eropa. Sastra Jawa Negarakretagama menjadi satu satunya karya sastra Indonesia yang diakui UNESCO sebagai Memori Dunia. Menurut Guru Besar Arkeologi Asia Tenggara National University of Singapore John N. Miksic jangkauan kekuasaan Majapahit meliputi Sumatera dan Singapura bahkan Thailand yang dibuktikan dengan pengaruh kebudayaan, corak bangunan, candi, patung dan seni. Budaya Jawa termasuk unik karena membagi tingkat bahasa Jawa menjadi beberapa tingkat yaitu Ngoko, Madya Krama.

D.    Kepercayaan ( Agama )
Orang Jawa sebagian besar secara nominal menganut agama Islam. Tetapi ada juga yang menganut agama Protestan dan Katolik. Mereka juga terdapat di daerah pedesaan. Penganut agama Buddha dan Hindu juga ditemukan pula di antara masyarakat Jawa. Ada pula filsafat suku Jawa yang disebut sebagai filsafat Kejawen. Kejawen berisikan tentang seni, budaya, tradisi, ritual, sikap serta filosofi orang-orang Jawa. Kejawen juga memiliki arti spiritualistis atau spiritualistis suku Jawa. Kejawen merupakan filsafat yang memperbolehkan bahkan menganjurkan untuk memeluk agama. ada pula kaum Abangan yang nominal menganut islam namun dalam praktiknya masih banyak terpengaruh animisme dengan pengaruh Hindu-Buddha yang kuat. Masyarakat Jawa terkenal akan sifat sinkretisme kepercayaannya. Semua budaya luar diserap dan ditafsirkan menurut nilai-nilai Jawa dikarenakan memiliki filsafat kejawen yang dianggap sebagai pengontrol dan melindungi jatidirinya sebagai Orang Jawa.

E.     Profesi
Mayoritas masyarakat Jawa berprofesi sebagai petani. Sedangkan di perkotaan mereka berprofesi sebagai pegawai negeri sipil, karyawan, pedagang, usahawan, dan lain-lain. Masyarakat Jawa juga banyak yang bekerja di luar negeri, masyarakat Jawa mendominasi tenaga kerja Indonesia di luar negeri terutama di negara Malaysia, Singapura, Filipina, Jepang, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Taiwan, Amerika Serikat, dan Eropa. Orang Jawa juga banyak yang menjadi pengusaha Jawa terutama di Jateng, DIY dan Jatim.

F.     Stratifikasi sosial
Masyarakat Jawa juga terkenal akan pembagian golongan-golongan sosialnya. Pakar antropologi Amerika yang ternama, Clifford Geertz, pada tahun 1960-an membagi masyarakat Jawa menjadi tiga kelompok: kaum santri, abangan, dan priyayi. Menurutnya kaum santri adalah penganut agama Islam yang taat, kaum abangan adalah penganut Islam secara nominal atau penganut Kejawen, sedangkan kaum Priyayi adalah kaum bangsawan. Tetapi dewasa ini pendapat Geertz banyak ditentang karena ia mencampur golongan sosial dengan golongan kepercayaan. Kategorisasi sosial ini juga sulit diterapkan dalam menggolongkan orang-orang luar, misalkan orang Indonesia lainnya dan suku bangsa non-pribumi seperti orang keturunan Arab, Tionghoa, dan India.

J. Seni
            Masyarakat Jawa sangat kaya terhadap kesenian. Kesenian-kesenian tersebut terdiri dari seni bangunan, seni tari, seni musik, seni pertunjukan, dan seni kerajinan.
Seni bangunan yang dimaksud adalah arsitektur rumah adat. Untuk rumah-rumah penduduk secara umum ada tiga bentuk. Yaitu rumah limasan, rumah joglo, dan rumah serotong. Bentuk limasan adalah bentuk rumah yang paling banyak dimiliki masyarakat Jawa.
Selain bangunan yang sangat beragam, tarian rakyat masyarakat Jawa juga sangat beragam jenisnya. Tari dari kesenian Jawa Tengah contohnya adalah, tari serimpi, tari bambang cakil, serta tari jacilan. Sedangkan tari dari kesenian Jawa Timur contohnya adalah, tari ngremo, tajuban, tari kuda lumping, reog, serta tari lengger.
Sedangkan dalam seni musik, masyarakat Jawa dikenal memiliki alat musik yang disebut gamelan. Gamelan merupakan jenis alat musik pukul (perkusi) yang terbuat dari besi, kuningan, atau perunggu. Seperangkat gamelan lengkap biasanya terdiri dari : gambang, bonang, barang penerus, gender, slentem, sarom, peking, kenong, kempul, dan gong. Selain itu, gamelan juga dilengkapi dengan kendang, seruling, rebab, dan siter.
Dalam seni pertunjukan, masyarakat Jawa dikenal memiliki seni pertunjukan yang indah, yaitu wayang. Wayang memiliki banyak jenis, seperti wayang kulit, wayang golek, wayang orang, wayang klitik, dan wayang beber. Cerita yang dibawakan kebanyakan merupakan cerita dari Mahabarata atau Ramayana. Pertunjukan wayang diiringi oleh musik gamelan lengkap sindennya.
Selain seni bangunan, seni tari, seni musik, serta seni pertunjukan, masyarakat Jawa juga dikenal memiliki seni kerajinan yang indah, diantaranya adalah batik, ukiran, perak, dan tembikar. Batik merupakan kerajinan kain/ tekstil yang dibuat dengan cara dilukis menggunakan canting dan lilin malam atau dicap. Corak batik sangat beragam yang juga ditentukan oleh tempat pembuatannya.


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kebudayaan merupakan hasil kreasi manusia yang tidak dibentuk hanya dalam waktu hitungan jari, baik itu jari tangan maupun kaki. Kebudayaan dibentuk dari awal kehidupan manusia, sampai akhir kehidupan manusia. Oleh karena itu, kebudayaan memang seharusnya dan selayaknya kita pertahankan dan lestarikan keberadaannya. Disamping untuk menghormati segala yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita, kebudayaan merupakan hal yang amat berharga dan tidak tergantikan.
Masyarakat Jawa merupakan satu dari sekian banyak masyarakat dari berbagai suku di Indonesia. Masyarakat Jawa, yang dulu dikenal dengan batiknya, serta berbagai adat istiadat serta kebiasaan yang unik, kini berganti dengan masyarakat Jawa yang dikatakan “Gaul”. Lunturnya kebudayaan yang indah ini, disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah globalisasi, modernisasi, konsumerisme, serta turisme. Hal-hal tersebut saat ini sudah membunuh puluhan, ratusan, bahkan ribuan kebudayaan Jawa yang unik dan diagung-agungkan oleh bangsa lain.
Berdasarkan uraian di atas, kita sebagai remaja (bagi yang masih remaja dan merasa remaja) harus berusaha sebisa dan sebaik mungkin menjaga kebudayaan yang telah terbentuk. Karena pembentukan Kebudayaan membutuhkan waktu yang amat sangat luar biasa lama sekali.
Dan saat ini, seperti yang kita semua telah sadari, kebudayaan daerah, Jawa khususnya mulai luntur tergantikan oleh Kebudayaan Barat yang di agung-agungkan oleh generasi muda. Padahal orang-orang Barat yang kita "tiru" gayanya itu lebih menghargai budaya daerah asli Indonesia. Karena mereka lebih menghargai originalitas suatu kebudayaan. Selain itu, klaim-klaim dari negara tetangga atas kebudayaan kita juga membuktikan bahwa kebudayaan yang kita miliki adalah salah satu kebudayaan paling luar biasa di dunia.

B. Saran
Berdasarkan uraian di atas sudah seharusnya kita mulai bangga akan budaya kita sendiri, dan melestarikannya dengan sebaik dan sebisa mungkin. Oleh karena itu, "Selamatkan Budaya Sebelum Hilang Dimakan Zaman".

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Jawa
http://pemulungelitd19kk.wordpress.com/2013/09/30/kebudayaan-masyarakat-jawa/

Semoga Blog Ini Bermanfaat. Selamat Berkunjung Kembali.